Ethos of Ramadan

1 Ramadan 1446 H – Bulan suci Ramadan telah hadir dan menyapa para mukmin di awal Maret 2025 ini. Kesempatan untuk berjumpa kembali dengan bulan penuh berkah dan ampunan, dirasakan dalam sebuah kesyukuran. Para mukmin yang bersyukur karena menjumpai ramadan, tentu akan memanfaatkan momentum Ramadan untuk menata hati, pikiran dan jiwa dengan banyak cara.

Kajian Mapara melalui zoom meeting (1 Maret 2025)

Seperti Ramadan tahun sebelumnya, tahun 2025 ini IRo-Society  kembali menyajikan acara kajian Matahari Pagi Ramadan (Mapara). Yang istimewa, Mapara 1446 H ini, menghadirkan 30 guru besar dari perguruan tinggi ternama tanah air sebagai penceramah. Tentu melalui kajian Mapara, kita tidak hanya akan memperoleh asupan untuk kesehatan raga, namun juga  memperoleh nutrisi yang  akan merecovery jiwa,  serta pikiran untuk semakin berdaya karya.

Tema pembuka Mapara, di hari pertama (1 Maret 2025) adalah tentang Ethos of Ramadan. Guru Besar ITS, Prof Imam Robandi membuka gong Mapara dengan ayat sakti perintah berpuasa yaitu Al Baqarah ayat 183. Dalam firman itu, Allah tidak memanggil semua muslim untuk berpuasa, kecuali hanya orang-oang yang beriman. Tentu panggilan Allah, bukan sekedar panggilan biasa. Karena  hari-hari Ramadan adalah  istimewa.  Dalam tiga puluh hari berpuasa, para mukmin diberi kesempatan untuk menempuh perjalanan yang tidak pendek juga dapat disebut  panjang. Perjalanan puasa satu bulan akan terasa cepat untuk orang ikhlas dan tulus dalam berpuasa. Sebaliknya terasa panjang untuk orang yang tidak memiliki ethos pemenang.

Prof Imam Robandi (Penceramah Mapara 1 Maret 2025)

Islam yang luar biasa, memberikan waktu khusus kepada umatnya untuk melakukan recovery. Masa recovery  dibutuhkan agar jasmani dan ruhani kembali bersemangat. Menuju level yang lebih tinggi, dibutuhkan energi dan persiapan maksimal. Orang-orang yang beriman adalah pribadi yang cerdas, akan memperoleh kemenangan jika dapat mengelola dan mengisi waktu. Sebaliknya, waktu akan hilang dan mubadzir, jika tidak diisi dan dimanfaatkan. Kemubadziran, tidak berlaku pada para mukmin yang memiliki ethos dan pandai mengisi waktu. Di bulan istimewa, Ramadan, akan menjadi momen untuk memenuhi pundi kebaikan, mengasah iman,  hingga memperoleh derajat takwa, hasil dari sebuah perjalanan.

Catatan: :
Matahari pagi ramadan (Mapara) adalah kajian daring (online) yang diselenggarakan setiap pagi di bulan Ramadan oleh komunitas IRo Society.

By Silvilink

Welcome to my personal website. I am Silvi, a teacher at Muhammadiyah Vocational School in Malang Regency. I have a passion for education, traveling, exploring unique places, and cuisine. I also enjoy writing articles in the newspaper and have written several textbooks and anthology books. I hope you will find the uniqueness, beauty, and benefits within my website. Thank you

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *